Renungan Selasa 18 Juli 2017 : Pertobatan, Jalan Menuju Keselamatan

YESUS telah melakukan berbagai mukjizat di beberapa kota. Namun amat disayangkan, penduduk di kota tersebut tetap tidak mau bertobat, sehingga Yesus merasa kecewa dan mengecam kota tersebut.
Kecaman yang dilontarkan Yesus pada hari ini, hendaknya mendorong kita untuk melakukan introspeksi diri.
Rahmat keselamatan telah dianugerahkanNya kepada kita lewat penderitaan, wafat dan kebangkitanNya. Kesadaran bahwa kita amat berharga di mataNya hendaknya mendorong kita untuk selalu bersyukur kepadaNya dengan senantiasa hidup seturut kehendakNya.
Namun kita juga harus tetap waspada, jangan sampai karena menganggap diri sudah hidup benar, menjadikan kita takabur sehingga merasa tidak perlu bertobat.
Mari jaga dengan sungguh-sungguh rahmat keselamatan yang telah disediakanNya bagi kita. Belajar untuk bersikap rendah hati, hidup di dalam pertobatan, arahkan hati kita hanya kepadaNya dan ayunkan langkah kita di jalanNya.

Renungan Kamis 13 Juli 2017 : Senantiasa Andalkan Tuhan

YESUS memilih, memanggil dan mengutus kita untuk menjadi saksiNya di tengah dunia ini. Sebagai muridNya, hendaknya kita menerima tugas perutusanNya dengan penuh tanggung jawab. Untuk memotivasi dan mendorong semangat kita dalam mewartakan kabar keselamatan ini, kita perlu menyadari hal-hal berikut:
  • Tuhan sudah banyak sekali melimpahkan berkat dan anugerahNya kepada kita secara cuma-cuma. Syukuri kasih dan kebaikanNya dengan bersedia menjadi penyalur berkatNya kepada orang-orang di sekitar kita. Lakukan dengan tulus, tanpa pamrih, dan tanpa ditunggangi oleh berbagai maksud tersembunyi
  • Jangan bergantung pada kemampuan diri sendiri ataupun pada kelengkapan sarana dan fasilitas. Melainkan percayalah sepenuhnya kepada penyelenggaraanNya, Ia pasti mencukupkan dan melengkapi semua yang kita butuhkan pada saatNya
  • Ketika kebaikan yang kita taburkan dan pelayanan yang kita berikan, dipandang sebelah mata bahkan ditolak mentah-mentah, janganlah kecil hati, tersinggung atau pun menyimpan amarah. Selalu berpegang pada ajaranNya yakni kasih dan pengampunan. Melekatlah kepadaNya, Ia pasti akan mengalirkan damaiNya, kekuatan dan semangat baru bagi kita untuk tetap melanjutkan tugas kita dengan sukacita
Mari laksanakan tugas perutusan ini dengan penuh iman dan harapan. Andalkan Dia dan mohon pimpinanNya agar kita dapat menjalankannya seturut kehendak dan rencanaNya.

Renungan Rabu 5 Juli 2017 : Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang dua orang lelaki yang kerasukan roh jahat, yang tak berdaya untuk melepaskan diri dari kekuasaan iblis. Hanya Yesus yang mampu membebaskan mereka; dengan sabdaNya, iblis pun takluk dan meninggalkan mereka. Namun orang-orang Gadara bukannya bersyukur atas kebaikan Yesus, mereka malah mengusir Dia.
Lewat kisah ini, kita dapat memetik pelajaran berikut:
  • Roh jahat mengenali Yesus dan mereka takut terhadap Dia. Oleh sebab itu, kita harus setia membina relasi dengan Yesus dan mengisi seluruh pikiran dan hati kita dengan SabdaNya. Hayati sungguh-sungguh sabdaNya, maka sabda akan menjadi benteng pertahanan kita terhadap godaan dan tipu daya iblis yang selalu berusaha mencari jalan masuk untuk menguasai diri kita
  • Jangan pernah berhenti berbuat baik dan menebarkan kasih walaupun tindakan kita mendapatkan penolakan dan tanggapan negatif. Lakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun, bahkan juga sekedar ucapan terima kasih. Hanya kasih yang mampu mematahkan belenggu kebencian dan memutuskan rantai balas dendam.
Mari bersandar kepada Yesus, mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan menjadi murid-muridNya yang sejati.

Renungan Selas 4 Juli 2017 : Iman Yang Hidup

SABDANYA  pada hari ini, mengundang kita semua agar memiliki iman yang hidup. Yakni iman yang tidak pernah padam kendati berbagai badai dan gelombang kehidupan silih berganti menerpa perahu kehidupan kita.
Sadari bahwa Tuhan maha kuasa dan juga maha pengasih. PenyertaanNya abadi; tiada satu peristiwa pun luput dari pandanganNya. Semuanya terjadi atas seizinNya; seluruh penderitaan, hambatan dan kesulitan dijadikanNya sebagai sarana pemurnian diri dan juga pertumbuhan iman kita.
Mari serahkan diri kita ke dalam tangan kasihNya. Jangan berfokus pada permasalahan yang terbentang di hadapan kita, melainkan arahkan hati kita hanya kepadaNya dan melangkah dengan iman. Dialah tumpuan hidup kita, bersama denganNya kita akan dimampukan mengatasi segala permasalahan dan berjalan menuju keselamatan.

Renungan Jumat 30 Juni 2017 : Percaya Dan Berserah Kepada Yesus

SEORANG yang berpenyakit kusta memberanikan diri untuk datang menghadap Yesus. Ia bersujud dan menyembahNya, memohon agar dirinya ditahirkan. Imannya yang besar menggerakkan hati Yesus, untuk kemudian menjamah dan memulihkannya.
Bila saat ini kita sedang menderita sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, janganlah berputus asa. Bangkit dan datanglah bersimpuh di hadapanNya dengan penuh kerendahan hati. Miliki keyakinan yang teguh akan kuasaNya dan berserah kepadaNya.
Mohon belas kasihNya dan jangan pernah memaksakan kehendak kita. Biarlah kehendakNya saja yang terjadi di dalam hidup kita; Dia pasti memulihkan kita pada saatNya dan dengan caraNya yang indah.

Renungan Kamis 29 Juni 2017 : Setia Mewartakan Injil

KENDATI banyak mengalami penolakan, hambatan dan penganiayaan; Petrus dan Paulus tidak pernah gentar dan lelah mewartakan Injil ke mana pun mereka melangkah. Kasih Kristus yang mereka alami di dalam hidup mereka, mengubah diri mereka dan membuat mereka bersedia mempersembahkan hidup mereka kepadaNya.
Perayaan pada hari ini, Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus, Rasul; mengundang kita semua untuk memiliki semangat yang berkobar-kobar dalam mewartakan Injil. Jadikan Petrus dan Paulus sebagai inspirator dan motivator bagi kita, agar kita tidak mengenal putus asa dalam melaksanakan tugas perutusan yang telah dipercayakanNya kepada kita.
Mari wartakan kebenaran, taburkan kasih dan kebaikan kepada siapa saja, sehingga lewat kesaksian hidup kita, banyak orang tergerak untuk mengenal Dia.

Renungan Rabu 28 Juni 2017 : Serigala Berbulu Domba

YESUS memperingatkan kita akan adanya orang-orang munafik yang menyamar bagaikan domba. Kehadiran mereka sulit dideteksi karena mereka membaur di antara kita. Mereka memperlihatkan sikap yang religius dan tutur kata yang manis. Namun di balik penampilan mereka yang begitu mengesankan, tersembunyi seekor serigala yang siap menerkam dan menyeret kita ke jalan yang sesat.
Oleh sebab itu kita harus waspada, dengan cara mencermati buah-buah dari tindakan mereka. Hanya pribadi yang memiliki pikiran dan hati yang baik akan membuahkan kasih dan membawa kedamaian; bukannya kebencian, konflik dan perpecahan.
SabdaNya pada hari ini juga mengundang kita untuk introspeksi diri. Apakah iman kita kepadaNya sudah membuahkan tindakan seturut ajaranNya? Apakah hidup kita sudah memancarkan kasihNya?
Bila sampai saat ini kita masih belum menjadi pelaksana sabdaNya, mari kita segera mengubah dan memperbaharui diri. Jangan sampai kita sendiri menjadi serigala berbulu domba, tidak memperlihatkan keselarasan antara kata dan perbuatan, sehingga membuat orang di sekitar kita tidak mau mengenal Yesus.